Kabar terkini- Wisata halal mulai diperbincangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Meskipun demikian tujuannya adalah untuk memastikan tempat wisata tersebut aman dan ramah lingkungan bagi para wisatawan. Namun, kebijakan baru tersebut kerap kali disalahatrikan karena kurangnya sosialisai mengenai wisata halal tersebut.
Sehingga beberapa rencana penerapan wisata halal tersebut jauh dari kata berhasil, misalnya saja terjadi penolakan rencana wisata halal di Bali, Danau Toba dan yang terakhir adalah di Aceh yang justru bedampak negatif akibat sweeping anjing dengan kekerasan.
Wakil presiden, Maaruf Amin kali ini mulai mendorong wisata halal untuk diterapkan di Gresik Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan Ma’ruf saat menerima audiensi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, di kediaman dinas wapres, Jakarta Pusat.
Wapres Dukung Wisata Halal Gresik
Pada saat Bupati gresik berkunjung ke kediaman Wakil Presiden di Jakarta Pusat, kabarnya Wapres mendukung rencana pertumbuhan kawasan industri halal (KIH). Itu memang program pemerintah dan salah satu fokus dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Ma’ruf juga mengatakan, saat ini salah satu fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dilakukan pemerintah adalah memperbanyak KIH. Banyaknya KIH yang didirikan tersebut juga sebagai salah satu upaya pengembangan industri halal di Tanah Air.
Meskipun di Jawa Timur sudah ada KIH Safe and Lock Sidoarjo, namun Wapres juga kira tidak apa-apa jika dikembangkan juga KIH di Gresik. Untuk menindaklanjuti, Ma’ruf pun meminta Bupati Gresik untuk segera berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur untuk melengkapi seluruh persyaratan administratif.
Apabila persyaratan tersebut sudah terpenuhi, maka pengajuan bisa diteruskan ke Kementerian Perindustrian untuk memperoleh legalitasnya. Saat ini, kata dia, terdapat tiga KIH yang telah memperoleh penetapan dari Kementerian Perindustrian. Ketiganya adalah Safe and Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo, Modern Cikande Industrial Estate di Serang-Banten, dan Bintan Inti Halal Hub di Kabupaten Bintan.
Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaporkan, pihaknya akan membangun KIH di lahan seluas 204 hektar di wilayah Kecamatan Sidayu, Manyar, dan Bungah. Di Manyar, kata dia, terdapat pelabuhan internasional dan merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Nantinya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan memasok produk ke KIH tersebut. Nanti targetnya adalah untuk ekspor. Sementara untuk proses ekspor nya akan dihubungkan lewat beberapa eksportir dari mancanegara, seperti eskportir sapi dari Brasil.
Kemudian, produk daging sapi tersebut akan diekspor khususnya ke negara-negara muslim. Jadi nanti KIH akan mengambil sapi dari Brasil kemudian dipotong dan dipasarkan kembali ke negara-negara tetangga dan Timur Tengah.
